Info Sekolah
Minggu, 30 Agu 2026
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
14 Agustus 2026

Khutbah Jumat : Dzikir dan Ketenteraman Hati

Jum, 14 Agustus 2026 Dibaca 10x

الْحَمْدُ لِله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْمُبِيْنِ: اذْكُرُوْنِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ، وَالْقَائِلِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَمُجْتَبَاهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ وَعَظِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ وَشَفِيْعِ الْأُمَّةِ، وَعَلَى آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ، وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا إِخْوَتِي عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَاهُ وَأَطَاعَهُ

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah dimanapun, kapan, dan dalam keadaan bagaimanapun kita berada. Termasuk bertaqwa adalah selalu berdzikir kepada Allah yang membawa ketenangan dan ketenteraman hati. karena tenteram dan tenangnya hati adalah dambaan setiap orang. Istana indah dengan kekayaan melimpah namun diliputi kalbu resah dan hati gundah adalah tidak mempunyai manfaat dan faedah. Sebaliknya rumah sederhana yang tidak mewah dengan rizki terbatas namun barakah, yang diliputi rasa tenteram tenang, tawakal dan pasrah adalah didambakan oleh setiap muslim dan muslimah serta mukmin dan mukminah. Untuk mencapai kehidupan yang demikian itu Allah s.w.t. memberikan resep dalam firman-Nya:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللهِ أَلَا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (الرعد : ۲۸)

“(Orang yang kembali kepada Allah) adalah orang-orang yang telah beriman dan menjadi tenteram hati mereka dengan dzikir (ingat) kepada Allah. Ingat…! hanya dengan dzikir kepada Allah s.w.t. menjadi tenteramlah semua hati”.

Dan Allah s.w.t. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

“Wahai orang-orang yang beriman ingatlah kalian kepada Allah dengan berdzikir yang banyak dan bacalah subhanallah pada pagi dan sore”.

Allah s.w.t. berfirman:

اُذْكُرُوْنِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْلِي وَلَا تَكْفُرُوْنِ

“Ingatlah kalian kepada-Ku Aku pasti ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kalian kepada-Ku dan jangan berkufur (mengingkari nikmat-Ku).”

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Apa yang telah disebutkan dalam ayat-ayat tadi dan hadits-hadits yang akan datang adalah dzikir yang berbentuk lafdzi dan qalbi (Lisan dan hati) disamping itu terdapat juga dzikir yang berbentuk fi’li (perbuatan) diantaranya diisyaratkan oleh hadits Nabi Muhammad s.a.w. yang diriwayatkan oleh Imam At Thabarani dari sahabat Ibnu Abbas dengan lafadz:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ بِلَفْظِ : إِذَا مَرَرْ تُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا. قِيلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا رِ يَاضُ الجَنَّةِ ؟ قَالَ : مَجَالِسُ العِلْمِ. رَوَاهُ الطَّبَرَانِي

“Apabila kalian berjalan melalui taman-taman surga, maka bersenang-senanglah menikmatinya. Ditanyakan wahai Rasulullah ! Apa taman-taman surga itu? Beliau menjawab: “Majelis-majelis ilmu”.

Dan diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dari sahabat Abi Hurairah dengan lafadz :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بِلَفْظِ : إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَاجْلِسُوْا إِلَيْهِمْ . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا رِيَاضُ الجَنَّةِ ؟ قَالَ أَهْلُ الذِّكْرِ. رواه بن شاهين. (كشف الخفاء ، ج: 1، ص : ١٠٠)

“Apabila kalian berjalan melalui taman-taman surga, maka duduklah bergabung kepada mereka. Mereka bertanya: Wahai Rasulullah ! Apa taman-taman surga itu? Beliau menjawab: “Orang-orang yang ahli dzikir kepada Allah s.w.t.”.

Dan menurut Imam At Tirmidzi dari Abi Hurairah:

وَعِنْدَ التَّرْمِذِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : إِذَا مَرَرْتُمْ برِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا. قِيلَ وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : الْمَسَاجِدُ . (الحديث)

“Apabila kalian berjalan melalui taman-taman surga, maka bersenang-senanglah menikmatinya. Ditanyakan, apa taman-taman surga itu? Beliau menjawab: “Masjid-majid”.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ

Dari beberapa hadits di atas dan masih banyak hadits-hadits yang lain yang tidak mungkin disebutkan semuanya dalam khutbah yang pendek ini, dapatlah kita mengerti bahwa semua ucapan, perasaan dan perbuatan apapun bentuknya yang dilakukan oleh pelakunya berdasarkan tuntunan Allah s.w.t. serta dilakukan semata-mata mencari ridha Allah, itu termasuk dzikir yang membuat ketenangan dan ketenteraman hati setiap mukmin yang kamil sesuai dengan firman Allah s.w.t. di atas yang berbunyi:

اُذْكُرُوْنِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْلِي وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Dzikir disini dengan sendirinya dalam segala bentuknya, dan syukur disini adalah tidak mengkufuri segala nikmat Allah.

Perbuatan dzikir dan syukur ini dengan sendirinya berupa ibadah dan taqwa kepada Allah s.w.t. yang sempurna. Jadi, ucapan dan perbuatan yang diamalkan oleh orang yang bertaqwa kepada Allah baik berupa shalat, zakat, shadaqah, puasa, haji, umrah, amar ma’ruf-nahi mungkar, berjuang fi sabilillah, membaca Al Quran, mengajar, mengaji ilmu, berda’wah untuk agama, memakmurkan masjid dan lain sebagainya yang dilakukan semata-mata untuk ridha dan karena ingat kepada Allah, maka kesemuanya ini adalah dzikir kepada Allah yang membuat ketenangan dan ketenteraman hati pelaku-pelakunya di dunia hingga akhirat.

Lebih-lebih di dalam bulan kelahiran Nabi s.a.w. orang yang bergembira dalam bentuk menyelenggarakan perayaan maulid Nabi adalah termasuk dzikir yang diperintahkan oleh Allah sebagaimana difirmankan oleh Allah s.w.t.

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوْا

“Katakanlah (wahai Muhammad) sebab fadhal Allah dan sebab rahmat Allah, maka dengan sebab-sebab tersebut hendaklah mereka bergembira.”

Kelahiran dan keterutusan Nabi Muhammad s.a.w. ini adalah merupakan rahmat Allah s.w.t. kepada seluruh alam sebagaimana difirmankan:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami tidak mengutusmu wahai Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

Bagaimana kita sebagai orang mukmin tidak merasa gembira? sedangkan Abu Lahab yang kafir itu (menurut hadits riwayat Imam Bukhari), setiap hari senin ia diringankan siksaannya di dalam neraka hanya karena pernah bergembira ketika mendengar berita dari Tsuwaibah budak perempuan miliknya bahwa telah lahir keponakannya yaitu Nabi Muhammad s.a.w.. Spontan Tsuwaibah dimerdekakan dari perbudakan karena gembira atas pemberitaannya akan kelahiran Nabi kepada Abu Lahab yang kafir itu. Dalam hal ini Al-Hafidz Syamsuddin Muhammad bin Nashir Ad Damasyqi mensyi’irkan :

إِذَا كَانَ هَذَا كَافِرًا جَاءَ ذَمُّهُ

بِتَبَّتْ يَدَاهُ فِي الْجَحِيْمِ مُخَلَّدَا

اَتَى أَنَّهُ فِي يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ دَائِمًا

يُخَفَّفُ عَنْهُ لِلسُّرُوْرِ بِأَحْمَدَا

فَمَا الظَّنُ بِالْعَبْدِ الَّذِي كَانَ عُمْرُهُ

بِأَحْمَدَ مَسْرُوْرًا وَمَاتَ مُوَحِّدًا

Artinya:

“Jika Abu Lahab ini seorang kafir yang telah dicela, dengan surat “Tabbat yadaahu” ia kekal di neraka Jahim.”

“Telah datang hadits bahwa dia pada hari Senin selalu, diringankan siksanya karena bergembira dengan kelahiran Nabi Muhammad.”

“Maka apakah dugaan terhadap hamba yang sepanjang umurnya, ia bergembira dengan kelahiran serta wujudnya Rasulillah dan ia mati dalam keadaan bertauhid memahaesakan Allah.”

Jadi, termasuk dzikir kepada Allah adalah wujudnya perasaan gembira yang berbentuk penyelenggaraan maulid Nabi s.a.w. yang dilakukan seluruh kaum muslimin di seluruh dunia sejak awal hingga masa kini. Semoga khutbah dzikrullah ini bermanfaat bagi kita sekalian. Amin…!

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِينَ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِي عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

الَّذِيْنَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَامَا وَقُعُوْدًا وَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالْاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمدُ لِلَّهِ مُوَفِّقِ الْعَامِلِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ ، فَيَـــا عِبَادَ اللَّهِ ، اِتَّقُوْا اللهَ! وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، وَأَيَّدَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ، فَقَالَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا : إِنَّ اللَّهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ . وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِّيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ والمُسلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أَمُوْرِنَا إِلَى مَا فِيهِ عِزُّ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَإِلَى مَا فِيهِ خَيْرُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ . إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Penulis : Almaghfurlah K.H.M. Basori Alwi (1927-2020):

  • Pendiri Pesantren Ilmu Al Quran Singosari Malang; Pengarang Metode Bil Qolam)
  • Penasehat Taman Pendidikan Ta’miriyah Surabaya sejak didirikan.
  • Jabatan terakhir adalah Ketua Pembina Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya 2009-2020)
Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar