Info Sekolah
Kamis, 16 Jul 2026
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
21 Juni 2026

Gerakan Basuh Kaki Ibu, Wujud Bakti dan Kasih Sayang Anak pada Orangtua

Ming, 21 Juni 2026 Dibaca 10x

Gerakan membasuh kaki ibu di TK Ta’miriyah Surabaya. Gerakan ini menjadi wujud kasih sayang dan cinta seorang anak pada ibunya.

Surabaya – Suasana di Taman Kanak Kanak (TK) Ta’miriyah Surabaya tak seperti biasanya. Tak ada canda tawa anak-anak. Pagi itu, suasananya hening, penuh haru. Tatapan mata anak-anak semua tertuju pada ibunda masing-masing yang duduk di kursi kayu dengan kedua kaki dimasukkan bak berisi air.

Anak-anak duduk bersimpuh dengan posisi lebih rendah dari ibunya. Kedua tangannya masuk dalam bak berisi air. Tangan-tangan kecil mereka perlahan membasuh kaki kanan dan kiri ibu.

Begitulah pemandangan saat kegiatan Gerakan Basuh Kaki Ibu di TK Ta’miriyah. Seperti yang dilakukan Andi Adelia, murid TK B kepada ibunya, Nurhadiah. Tak ada dialog apa-apa, Adelia perlahan membasuh kedua kaki ibunya. Berulang kali dia melakukan itu sambil sesekali memijitnya.

Nurhadiah pun tak kuasa bicara, hanya tatapan mata yang tertuju pada buah hatinya. Matanya nampak berkaca kaca, kedua tangannya mengelus kepada Adelia yang membasuh kaki sambil menatap wajah ibunya.

Yang dilakukan Adelia terhadap ibunya, dibarengi dengan gerakan yang sama semua murid TK di sana. Suasana semakin larut ketika anak-anak membasuh kaki ibunya, dalam waktu bersamaan ustadzah membacakan puisi bertema berbakti kepada orang tua, surga berada di telapak kaki ibu.

“Ya Allah, saya benar benar terharu, bahagia. Tidak menyangka perasaan saya menjadi seperti ini,” ungkap Nurhadiah seusai kegiatan.

Warga Jalan Purwodadi Surabaya ini mengaku baru pertama kali mendapat perlakuan mengejutkan dari Adelia, anak kelimanya. Nampak sekali betapa kasih saying Adelia begitu tulus terhadap ibunya.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan mengajari anak untuk berbakti dan hormat pada ibunya. Kegiatan ini diyakini akan membekas dan terekam dalam memori anak-anak.

“Sekali lagi saya bersyukur, anak bungsu bisa melakukan seperti ini. Mudah mudahan di rumah juga mau melakukannya,” tambahnya.

Sementara Adelia dengan polos mengatakan, senang bisa melakukan semua ini untuk ibunya. Dia mengaku akan lebih nurut dan mendengar perintah ibunya. “Saya saying sama mama dan papa,” ujarnya lirih.

Nurhadiah (kiri) dan Icha Rovelia Nurhasanah mengungkapkan rasa haru dan syukur atas kasih sayang dan perhatian dari anak anak mereka.

Jangan Hanya Seremoni

Perasaan haru campur bahagia juga dirasakan Icha Rovelia Nurhasanah, ibunda dari Muhammad Zanathan Zayn Bachri. Icha mengaku bersyukur dengan pengalaman yang baru dialami sepanjang hidupnya. “Sungguh tak menyangka. Zayn dengan tulus bisa menunjukkan baktinya pada kami,” kata Icha.

Dia berharap kegiatan semacam ini bukan hanya seremonial saja, melainkan benar-benar tertanam dalam benak anak-anak. Icha meminta kegiatan mulia seperti ini bisa diadakan terus di sekolah ini. Dengan cara ini, hubungan orangtua dan anak menjadi semakin dekat dan saling menyayangi.

Zayn sendiri yang tergolong anak aktif, saat kegiatan itu memfokuskan kasih sayangnya untuk ibunya. “Saya terharu,” ujar Zayn.

Kepala TK Ta’miriyah, Sri Kuswati mengatakan, kegiatan ini adalah salah satu cara untuk menunjukkan secara langsung bakti anak pada orang tua, khususnya ibu.

“Mungkin semacam ini tidak  sempat dilakukan di rumah. Makanya kamu memberi kesempatan baik ini yang belum sempat dilakukan di rumah,” katanya.

Basuh kaki ini ini sekaligus mengajarkan nilai berbakti kepada seorang ibu yang sudah melahirkan, menyusui dan membesarkan anak-anak dengan cinta kasih.

Di TK Ta’miiryah bukan hanya calistung (baca tulis hitung) saja, tetapi memupuk keberanian anak untuk berani meminta maaf dan bersimpuh membasuh kaki ibu di hadapan banyak teman-teman.

“Saya berharap ini akan jadi cerita pengalaman anak-anak yang termanis dan tak terlupakan sampai kelak anak-anak dewasa, bahwa  surga itu ditelapak kaki ibu,” pungkasnya.(rul)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar