Info Sekolah
Jumat, 16 Okt 2026
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
4 September 2026

Khutbah Jumat: Syafaat Rasulullah

Jum, 4 September 2026 Dibaca 31x

إِنّ الْحَمْدَ لِله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن ، اَمَّا بَعْدُ، فَيَا اِخْوَتِي عِبَادَ اللهِ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُونَ. وقال تعالى : يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ ؛ يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh

Pernah Rasulullah SAW diberi pilihan oleh Allah antara jaminan memasukkan separuh umat Islam ke dalam surga atau bisa memberi syafaat. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Allah memberi pilihan kepadaku. antara (jaminan) memasukkan separuh umatku ke surga dan syafaat. Maka aku memilih syafaat”. (HR Ahmad).

Mengapa Rasulullah memilih syafaat? Dijelaskan dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda: “Aku mengharap syafaat tersebut bisa menyeluruh bagi umatku”. (HR. Tabrani)

Para ulama menjelaskan bahwa jika seandainya Rasulullah SAW memilih yang pertama, yaitu jaminan separuh umatnya masuk ke surga, maka yang berhak mendapat syafaat beliau hanya orang yang bertakwa saja, dan menyisihkan umat Rasulullah yang berbuat dosa. Dengan memilih pemberian syafaat tersebut justru Rasulullah SAW hendak memperluas jangkauan syafaat beliau, tidak hanya bagi orang yang taat saja, tetapi juga bagi umat Rasulullah yang berbuat dosa. Rasulullah SAW bersabda :

شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي

(“Syafaatku juga aku berikan kepada orang yang berdosa besar dari kalangan umatku”)

Inilah diantara sıfat kasih sayang Rasulullah kepada umatnya.

Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh

Tentang syafaat Rasulullah SAW tersebut, mari kita perhatikan lebih lanjut apa yang disampaikan Sayyidina Ali Zainal Abidin bin Husein bin Alo bin Abi Tholib, yang merupakan cicit Rasulullah SAW.

Suatu hari seorang Tabiin yakni Thowus bin Kaisan melihat Sayyidina Ali Zainal Abidin berdiri  di bawah bayang-bayang Ka’bah. Beliau gelagapan seperti tenggelam, menangis seperti ratapan seorang penderita sakit dan terus menerus berdoa.

Setelah sayyidina Ali Zainal Abidin selesai berdoa, Thawus berkata:

“Wahai cicit Rasulullah, kulihat anda dalam keadaan demikian, padahal anda memiliki 3 keutamaan yang bisa mengamankan dari rasa kakut?”

Sayyidina Ali Zainal Abidin berkata: “Apakah itu wahai Thowus?:

Jawab Thowus: “Pertama, anda adalah keturunan Rasulullah SAW. Kedua: Anda akan mendapat Syafaat dari kakek anda. Ketiga : Rahmat Allah bagi anda”.

Sayyidina Ali Zainal Abidin menjawab: Wahai Thowus, garis keturunanku dari Rasulullah SAW  tidak menjamin keamananku, setelah kudengar firman Allah SWT:

 فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ

“Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (Kiamat) dan tidak pula saling bertanya”. (QS Almukminun 101)

Adapun tentang syafaat kakekku, Allah SWT berfirman:

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِ يْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ

“Mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhoi Allah. (QS. Al-Anbiya’ 28)

Sedangkan mengenai rahmat Allah:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang yang berbuat baik”. (QS Al-A’raf 56)

Jika begitu, bagaimana kiatnya agar mendapat syafaat dari Rasulullah SAW ?

1. Iman secara ihlas

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang paling beruntung dengan syafaatku di hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘LAA ILAAHA ILLALLOH’ secara ihlas dari hatinya”. (HR Bukhori).

2. Menjawab azan dan berdoa:

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berdoa setelah mendengar azan

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ القَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيعَةَ وَابْعَثْهُ المَقَامَ الْمَحْمُودَ الَّذِي وَعَدْتَهُ

Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yg akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad kedudukan wasilah dan keutamaan, dan tempatkan dia di tempat yang terpuji”, maka dia akan mendapat syafaatku”. (HR.Bukhori)

3. Memperbanyak sholawat.

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ اكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً

“Sesungguhnya orang yang paling berhak dengan syafaatku, adalah yang paling banyak sholawatnya kepadaku”. (HR Turmudzi & Ibnu Hibban)

4. Ibnu Qoyyim al-Jauzi meriwayatkan sebuah atsar bahwa Abdullah bin Masud memerintahkan Wahab bin Zaid untuk membaca sholawat di hari Jumat sebanyak 1.000 kali

5. Ziarah ke makam Rasulullah:

Rasulullah SAW bersanda: “Barangsiapa berziarah ke kuburku maka dia akan mendapat syafaatku”. (HR. Tabrani)

6. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang datang dari jauh menuju kotaku (Madinah), lalu menziarahi aku, maka berarti dia mencintai aku, dan akupun mencintainya, dan akan aku berikan syafaatku kepadanya.

Demikianlah beberapa cara untuk bisa mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Dan semoga kita dan keluarga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW. Amiin.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَاَسْتَغْفِرُ الله العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَايِخِي وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ،

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ . وَٱلۡعَصۡرِ . إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ . إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمدُ لِلَّهِ مُوَفِّقِ الْعَامِلِيْنَ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

أَمَّا بَعْدُ ، فَيَـــا عِبَادَ اللَّهِ ، اِتَّقُوْا اللهَ! وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، وَأَيَّدَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ، فَقَالَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا : إِنَّ اللَّهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ . وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيْدٌ .

وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِّيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ والمُسلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ .  اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أَمُوْرِنَا إِلَى مَا فِيهِ عِزُّ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَإِلَى مَا فِيهِ خَيْرُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ . إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

(Disampaikan oleh: K.H. Ahmad Faiz Basori, SE. Ak., MM. – Pengurus Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar