
الْحَمْدُ لِله حَقَّ حَمْدِهِ مَالِكِ الْمُلْكِ مُعْطِي مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ، مُعِزِّ مَنْ يَشَاءُ وَمُضِلِّهِ، بِقُدْرَتِهِ وَإِرَادَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، شَهَادَةَ عَبْدٍ شَاهِدٍ عَلَى نِعَمِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ خَلْقِهِ وَأَكْرَمُ أَنْبِيَاءِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَبِيبِهِ، سُبْحَانَهُ وَصَفِيِّهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ حَشْرِهِ وَجَزَاءِهِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا إِخْوَتِي عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ بِنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَقَدْ فَازَ مَنْ أَطَاعَهُ وَاتَّقَاهُ
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh.
Sidang Jum’at yang berbahagia!
Marilah kita tetap bertaqwa kepada Allah dan senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Allah kapanpun kita berada, dimanapun kita berada, dan dalam urusan apa kita berada.
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh.
Saat bangsa Indonesia pada umumnya dan kita umat Islam pada khususnya seluruh indonesia menginginkan mempunyai pemimpin bangsa yang baik, yang membawa kesejahteraan, yang diridhai oleh Allah, dan yang mengantarkan umat kepada keselamatan dunia dan akhirat, maka di saat demikian itu alangkah baiknya kita semua merenungkan kembali ayat yang telah saya bacakan tadi.
Ayat yang saya bacakan tadi mempunyai sejarah turunnya, yaitu sebagaimana yang diriwayatkan di dalam hadits:
رُوِيَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا فَتَحَ مَكَّةَ وَعَدَ أُمَّتَهُ بِمُلْكِ فَارِسَ وَالرُّوْمِ فَقَالَ الْيَهُودُ : هَيْهَاتَ ! مِنْ أَيْنَ مُحَمَّدٌ مَلَكَ فَارِسَ وَالرُّوْمَ ؟ هُمْ أَعَزُّ أَمْنًا مِنْ ذَلِكَ. أَمَا تَكْفِيْهِ مَكَّةُ حَتَّى يَطْمَعَ فِي مَلَكِ فَارِسَ وَالرُّوْمِ ؟ فَنَزَلَتْ تِلْكَ الْآيَةُ : قُلِ اللَّهُمَّ إلخ
“Telah diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. ketika beliau telah membuka kota Mekah. (Artinya masuk ke Mekah walaupun tadinya mendapat perlawanan tapi tanpa perang tanpa korban darah. Mekah mula-mula menyerah kepada Rasulullah s.a.w, yang selanjutnya diikuti oleh banyaknya orang kafir yang masuk Islam. Di saat demikian itu, Nabi Muhammad s.a.w menjanjikan kepada umatnya, bahwa umatnya ini kelak akan memiliki atau menguasai atau boleh memimpin Persi dan Roma. Persi kalau sekarang adalah Iran, sedang Roma yang dimaksud pada waktu itu adalah seluruh negara di Timur Tengah yang dikuasai oleh orang kristen Roma dan sebagian besar mereka beragama kristen). Nabi Muhammad s.a.w menjanjikan kepada umatnya kelak akan memimpin Persi dan memimpin jajahan Roma tadi.
(Mendengar janji Rasulullah s.a.w kepada umatnya itu, orang Yahudi berkata atau berkampanye sana-sini, mengatakan dengan membuat ketidakpercayaan kepada Nabi s.a.w.) Maka orang Yahudi berkata: Jauh sekali, tidak mungkin !. Dari mana Muhammad akan memperoleh kerajaan Persi dan Roma ? Orang Persi dan orang Roma itu adalah lebih menang dan lebih kuat dibandingkan daripada keinginan Nabi Muhammad s.a.w itu. Apa tidak cukup Mekah itu bagi Nabi Muhammad s.a.w, sehingga ingin terhadap kerajaan Persi dan kerajaan Roma. (Demikianlah orang-orang Yahudi mengkampanyekan kata-katanya untuk menjatuhkan Nabi Muhammad s.a.w).
Lantas turunlah ayat tadi yang artinya : “Katakanlah (berdo’alah) wahai Muhammad ! Wahai Tuhan yang memiliki kekuasaan Engkau berikan kekuasaan itu kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan itu dari orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri kemenangan bagi orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau rendahkan (kalahkan) orang yang Engkau kehendaki. Hanya pada kekuasaan-Mu lah segala yang terbaik. Sesungguhnya Engkau itu Maha Kuasa (Mampu) atas segala sesuatu”.
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh.
Begitulah Allah mengajar Nabi Muhammad s.a.w untuk berdo’a dengan do’a ini. Dan do’a ini bukan diajarkan kepada Nabi saja, otomatis diajarkan kepada umatnya juga. Jadi, dalam masa seperti sekarang ini, alangkah baiknya umat Islam banyak-banyak membaca do’a ini.
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh.
Berikut juga disampaikan bahwa ketika Nabi Muhammad s.a.w dikepung oleh orang-orang Quraisy untuk dibunuh, yang pada saat itu hampir seluruh kaum muslimin diperintah hijrah oleh Nabi Muhammad s.a.w meninggalkan Mekah menuju Madinah bergabung dengan orang-orang Islam di Madinah yang masih sedikit itu, sedangkan Nabi sendiri masih tetap di rumah. Di saat genting semacam itu, umatnya diselamatkan dahulu berangkat ke Madinah, sedang Nabi menghadapi kegentingan itu sendirian di rumahnya. Hanya Sayyidina Abu Bakar r.a. di rumahnya dan Sayyidina Ali k.w. berada di rumah Rasulullah s.a.w ikut tidak berangkat. Pada suatu malam setelah kesepakatan orang-orang kafir Quraisy untuk membunuh Nabi secara bersama-sama, Nabi dikepung. Turunlah perintah Allah s.w.t. dengan mengutus malaikat Jibril datang kepada Nabi s.a.w. memerintahkan agar Nabi segera hijrah ke Madinah. Beserta dengan perintah itu Allah mengajar Nabi Muhammad s.a.w. do’a yang terkenal, yaitu:
وَ قُل رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْنِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
“Katakanlah ! (Berdoalah!): Wahai Tuhan hamba, masukkanlah hamba ini (yang dimaksud Mekah) dengan dimasukkah yang benar, yang diridhai Allah. Jangan masuk tanpa ridha Allah dan tidak benar. Dan keluarkanlah hamba ini dari Mekah dengan baik, yang diridhai Allah dengan tidak salah. Dan buatlah untuk hamba dari sisi-Mu (dari kekuasaan-Mu) kekuatan yang menolong”.
Ma’asyirol muslimin rohimakumulloh.
Ini adalah do’a yang diajarkan Allah kepada Rasulullah s.a.w sebelum berangkat ke Madinah. Di dalam banyak tafsir diterangkan :
وَيَنْبَغِي أَنْ يَدْعُوَ بِهِ الْمُسْلِمُ كُلَّمَا أَرَادَ أَنْ يَدْخُلَ بَلَدًا وَيَخْرُجَ مِنْ بَلَدٍ. فَاللهُ تَعَالَى هُوَ الْحَافِظُ بِعَبْدِهِ الْمُؤْمِنِ
“Dan seyogyanya orang Islam berdo’a dengan do’a tersebut setiap kali akan masuk ke suatu negeri dan keluar dari suatu negeri. Maka Allah s.w.t. adalah pelindung hamba-Nya yang mukmin”.
Bahkan di tafsir Al Qurtubi diterangkan bahwa membaca do’a tersebut bukan hanya akan masuk atau keluar dari suatu negeri, tapi pada semua urusan. Diterangkan di sini maknanya:
رَبِّ أَصْلِحْ لِي وَرَدِي فِي كُلِّ الْأُمُورِ وَصَدْرِي
“Ya Allah, Maslahatkanlah bagiku kedatanganku dan kepergianku dalam segala urusan”.
Jadi kalau masuk ke dalam urusan ibadah sudah maklum. Kalau mau masuk ke urusan ekonomi, keluar dari urusan ekonomi, masuk ke urusan sosial, keluar dari urusan sosial, masuk ke urusan politik, keluar dari urusan politik, kita mohon kepada Allah agar diberi kemaslahatan. Begitulah, di saat kita masuk pada waktu dimana kita mohon kepada Allah agar diberi pemimpin yang baik, sebaiknya kita selalu berdo’a dengan :
Begitu juga kita memohon kepada Allah dengan do’a:
رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْنِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
Dan doa dalam ayat lain:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ المُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Sementara itu, kita dianjurkan selalu taat kepada Allah s.w.t.
وَأَطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا ، إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya ! (yang dimaksud taat di sini adalah kita jangan mengikuti hawa nafsu, semua yang kita lakukan adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya). Dan janganlah kamu sekalian bertengkar, berselisih dengan pertengkaran (artinya dalam urusan perjuangan agar kalian tidak selalu bertengkar), jika demikian, maka kalian akan gagal dan akan hilang kekuatan kalian, dan bersabarlah kalian! (Jangan bertengkar satu sama lain ! Jangan mencaci satu sama lain ! Jangan menfitnah satu sama lain !). Sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. (Maksudnya : Pertolongan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar)”.
Jadi agar kita selalu ditolong oleh Allah s.w.t., mari kita selalu bersabar. Dan mari kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan, apapun perbedaan yang ada pada kita, tapi kita tetap kaum muslimin, khususnya di Indonesia kaum muslimin Ahlussunnah Wal Jama’ah. Mudah-mudahan tetap bersatu dan tetap dalam persatuan.
Demikianlah kandungan yang terdapat dalam ayat tadi. Mudah-mudahan apa yang disampaikan ini bermanfaat. Amin.
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِينَ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِي عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِاْلَايَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمدُ لِلَّهِ مُوَفِّقِ الْعَامِلِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ ، فَيَـــا عِبَادَ اللَّهِ ، اِتَّقُوْا اللهَ! وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، وَأَيَّدَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ، فَقَالَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا : إِنَّ اللَّهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ . وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِّيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ والمُسلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أَمُوْرِنَا إِلَى مَا فِيهِ عِزُّ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَإِلَى مَا فِيهِ خَيْرُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ . إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Penulis : Almaghfurlah K.H.M. Basori Alwi (1927-2020):
Pendiri Pesantren Ilmu Al Quran Singosari Malang; Pengarang Metode Bil Qolam)
Penasehat Taman Pendidikan Ta’miriyah Surabaya sejak didirikan.
Jabatan terakhir Ketua Pembina Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya 2009-2020)
Tinggalkan Komentar