Info Sekolah
Minggu, 30 Agu 2026
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
31 Juli 2026

Khutbah Jumat : Tawakkal

Jum, 31 Juli 2026 Dibaca 13x

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ جَلَّ جَلَالُهُ، وَصَدَقَ قَوْلُهُ : وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُتَّقِيْنَ، وَقُدْوَةِ الْمُتَوَكَّلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ، وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا إِخْوَتِي عِبَادَ اللَّهِ ! أَوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

Sidang Jum’at yang berbahagia !

“Tawakkal” atau berserah diri kepada Allah itu, adalah suatu keyakinan di dalam hati, bahwa segala sesuatu di dunia ini hanyalah di dalam kekuasaan dan genggaman Allah. Tiada yang dapat memberi bahaya, memberi manfaat, memberi dan menolak segala sesuatu kecuali Allah.

Tawakkal adalah adanya ketenangan dan ketentraman hati terhadap janji dan jaminan Allah, sehingga orang yang bertawakkal itu tiada lagi gelisah dan goncang hatinya di dalam menghadapi segala kesulitan hidup dan kefaqiran, dan sehingga pula orang yang bertawakkal itu tiada takut dan khawatir serta tiada kembali dalam segala hal, segala kepentingan dan keperluannya melainkan kepada Allah jua. Andaikata kembali kepada makhluk, itu hanyalah semata-mata pada bentuk lahiriahnya, bukan pada hakikat batinnya, dan karena menyesuaikan diri semata-mata dengan syariat ikhtiar yang diperintahkan oleh Allah, sedang hatinya tetap bersandar kepada Allah, bukan kepada makhluk.

Itulah arti “tawakkal” kepada Allah yang diperintahkan di dalam Al-Qur’an:

وَعَلَى اللهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ

“Dan hanya kepada Allah, bertawakkallah kalian, jika kalian itu orang-orang yang beriman”.

Ma’asyirol muslimin.

Tawakkal itu adalah tingkat ‘ibadah hati’ yang tertinggi di dalam agama, tingkat yang dimiliki oleh para Al-Muqarrabin (orang-orang yang terdekat kepada Allah).

Tawakkal ini hanyalah bisa berdiri di atas keyakinan dan tauhid yang benar, berdiri di atas iman kepada kekuasaan Allah, dan iman kepada kedermawanan dan kebijaksanaan Allah.

Adapun yakin dan tauhid yang benar itu, adalah diterjemahkan oleh ucapan seorang mukmin:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

“Tiada Tuhan melainkan Allah sendiri, yang tiada serikat bagi-Nya”.

Dan iman kepada kekuasaan Allah, adalah diterjemahkan oleh ucapan seorang muslim:

لَهُ الْمُلْكُ

“Hanya Allahlah yang mempunyai kekuasaan”.

Sedang iman kepada kedermawanan Allah, adalah dijabarkan oleh ucapan seorang muslim:

 وَلَهُ الْحَمْدُ

“Hanyalah bagi Allah segala puji”.

Oleh karena itu orang yang mengucapkan :

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

dengan merasakan makna yang dikandungnya, paham sepenuhnya hakikat yang dibacanya, sempurnalah iman orang itu, iman yang menjadi sumber tawakkal ini.

Ma’asyirol muslimin

Orang yang bertawakkal kepada Allah itu, ia memperoleh banyak kemuliaan dari Allah, diantaranya:

1. Ia dicintai oleh Allah. Allah berfirman:

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

“Sungguh Allah cinta kepada orang-orang yang bertawakkal”.

Dan orang yang dicintai oleh Allah, ia tak akan disiksa.

2. Ia dijamin dan dicukupi rejekinya oleh Allah. Allah berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Allah mencukupinya”.

3. Ia dimuliakan, diurus, diberi petunjuk oleh Allah dengan segala kebijaksanaan Allah. Allah berfirman:

وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَإِنَّ اللهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah itu Maha Mulia lagi Maha Bijaksana”.

Ma’asyirol muslimin

Tawakkal ini dapat membentuk jiwa yang sabar, tahan dan berani menghadapi ancaman bahaya dan resiko perjuangan menegakkan agama Allah.

Contoh terbaik dalam hal ini, adalah sikap tawakkal yang bersemayam di dada Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabat beliau di saat-saat beliau berjuang menegakkan agama Allah.

Pernah, ketika Nabi di Gua Tsur dengan sahabat Abu Bakar r.a. dimana musuh yang tengah mengejar beliau telah berkerumun di sekitar tebing gua itu, sahabat Abu Bakar r.a. berkata kepada Nabi s.a.w. :

لَوْ أَنَّ أَحَدُهُمْ نَظَرَ تَحْتَ قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنَا

“Andaikata salah seorang mereka memandang ke bawah kakinya, pastilah ia melihat kita”.

Maka Nabipun bersabda dengan sabda yang jelas dijiwai tawakkal:

مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللهُ ثَالِثُهُمَا ؟ (متفق عليه)

“Bagaimana saudara mengira – hai Abu Bakar – dua orang yang Allah menjadi yang ketiga? Artinya yang menjadi pelindung-Nya?”

Peristiwa ini telah diabadikan di dalam Al-Qur’an di dalam firman Allah :

إِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا، فَأَنْزَلَ اللهُ سَكِيْنَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُوْدٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Jika kalian tidak membela Rasulullah s.a.w., sungguh Allah telah menolongnya, ketika ia diusir oleh orang-orang kafir, sebagai orang kedua dari dua orang (yakni Nabi dan Abu Bakar), ketika keduanya di dalam Gua Tsur, tatkala ia berkata kepada temannya – Jangan anda susah, sungguh Allah menyertai kita – Lantas Allah menurunkan ketenangan kepadanya dan memperkuatnya dengan tentara Malaikat yang kalian tidak melihatnya, serta Allah menjadikan ajaran orang-orang kafir berada dibawah, sedang ajaran Allah adalah yang paling luhur. Allah Maha Menang lagi Maha Bijaksana”.

Satu lagi peristiwa yang berkaitan dengan sikap tawakkal :

Ketika seorang musyrik mengacungkan pedangnya kepada Nabi s.a.w. yang kebetulan seorang diri tanpa senjata apapun.

Si musyrik itu berkata :

تَخَافُيْنِي

Tidakkah engkau takut kepadaku?

قَالَ : لَا

Beliau menjawab: Tidak!

فَقَالَ

Lantas si musyrik berkata:

مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي

Siapa yang melindungimu dari tindakanku?

قَالَ : اَللهُ

Nabipun berkata: Allah!

فَسَقَطَ السَّيْفُ مِنْ يَدِهِ

Pedang itupun terjatuh dari tangan si musyrik.

فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ فَأَخَذَ رَسٌوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّيْفَ فَقَالَ:

Lantas diambillah pedang itu oleh Rasulul lah s.a.w. Maka Nabipun berkata:

مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي

Siapa yang melindungimu dari tindakanku ?

فَقَالَ : كُنْ خَيْرَ آخِذٍ

Si musyrik itu berkata: Silahkan tuan menjadi penindak yang baik !

فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللهِ

Nabi s.a.w. bersabda: Engkau bersyahadat, bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwa aku pesuruh Allah.

قَالَ : لَا ، وَلٰكِنِّي أُعَاهِدُكَ أَنْ لَا أُقَاتِلَكَ وَلَا أَكُوْنَ مَعَ قَوْمٍ يُقَاتِلُوْنَكَ

Si musyrik berkata: Tidak ! Tapi aku berjanji tak akan menyerang tuan dan tak akan bergabung dengan kaum yang menyerang tuan.

فَخَلَّى سَبِيْلَهُ

Lantas Nabi membebaskan orang itu.

فَأَتَى أَصْحَابَهُ فَقَالَ

Maka datanglah orang itu ke teman-temannya lalu berkata:

جِئْتُكُمْ مِنْ عِندِ خَيْرِ النَّاسِ

Aku telah datang ke pada kalian dari manusia yang terbaik.

Demikianlah saudara-saudara pengaruh tawakkal itu telah membentuk keberanian yang luar biasa pada diri seseorang, sehingga berhasil menunaikan tugas da’wah yang sangat besar dan berat dan yang selalu dikelilingi oleh resiko dan bahaya. Itulah tawakkal yang dimiliki oleh Nabi s.a.w. dan para sahabat beliau sepanjang perjuangan menyiarkan dan menegakkan agama Allah di muka bumi ini.

Semoga kiranya kita dianugerahi oleh Allah sikap tawakkal yang demikian itu, amin.

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ اْلآمِنِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِي عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ . أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ: وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَزْرُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ، وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ، إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهِ، قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمدُ لِلَّهِ مُوَفِّقِ الْعَامِلِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ ، فَيَـــا عِبَادَ اللَّهِ ، اِتَّقُوْا اللهَ! وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، وَأَيَّدَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ، فَقَالَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا : إِنَّ اللَّهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ . وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِّيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ والمُسلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أَمُوْرِنَا إِلَى مَا فِيهِ عِزُّ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَإِلَى مَا فِيهِ خَيْرُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ . إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Penulis : Almaghfurlah K.H.M. Basori Alwi (1927-2020): (Pendiri Pesantren Ilmu Al Quran Singosari Malang; Pengarang Metode Bil Qolam) – Penasehat Taman Pendidikan Ta’miriyah Surabaya sejak didirikan. Jabatan terakhir beliau adalah Ketua Pembina Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya 2009-2020)

Artikel Lainnya

Oleh : TP Tamiriyah

Khutbah Jumat: Persahabatan

Oleh : TP Tamiriyah

Hari Tasu’a dan Hari Asyuro’

Oleh : TP Tamiriyah

Khutbah Jumat : Kekuasaan

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar