Info Sekolah
Kamis, 16 Jul 2026
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
3 Juli 2026

Khutbah Jumat: Keutamaan Ilmu dan Majelis Ilmu

Jum, 3 Juli 2026 Dibaca 6x

إِنّ الْحَمْدَ لِله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه، اَللهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. اَمَّا بَعْدُ، فَيَا اِخْوَتِي عِبَادَ اللهِ، أُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُونَ. وقال تعالى: يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyirol Muslimin

Suatu hari, pada masa sepeninggal Rasulullah SAW, sahabat Abu Hurairah RA berjalan melewati sebuah pasar, di mana masyarakat mengabaikan sunnah nabi dan tenggelam dalam cinta duniawi (hubbud dunia). Sahabat Abu Hurairah RA menyaksikan mereka duduk-duduk diam menganggur tanpa ibadah yang dapat mereka lakukan sambilan. Maka sahabat Abu Hurairah berkata : “Wahai penghuni pasar, mengapa kalian duduk di sini? Harta peninggalan (warisan) Rasulullah SAW sedang dibagikan-bagikan di masjid”.

Mendengar seruan itu, mereka pun bangkit dan sebagian meninggalkan aktivitas jual-belinya. Mereka dengan semangat bergegas ke masjid. Sampai di masjid mereka menyapukan pandangan ke semua ruangan. Tetapi mereka hanya menemukan sekelompok orang yang sedang shalat sunnah. Sebagian orang lainnya membaca Al-Qur’an. Sedangkan sekelompok orang sedang melakukan kajian halal dan haram (fiqih).

Mereka kecewa karena tidak mendapati apa yang mereka harapkan dan bayangkan. Mereka kemudian pergi meninggalkan masjid. Mereka lalu kembali menemui sahabat Abu Hurairah RA untuk mengajukan komplain. “Di mana harta peninggalan Nabi Muhammad SAW?” protes mereka kepada Abu Hurairah RA.

“Memang apa yang kalian lihat di masjid?” tanya balik sahabat Abu Hurairah RA. Mereka kemudian menceritakan aktivitas apa saja yang mereka saksikan di masjid. Mereka menyaksikan jamaah masjid melakukan shalat sunnah, tadarus Al-Qur’an, dan melakukan kajian hukum Islam (fiqih) di masjid.

“Apa yang kalian saksikan adalah harta peninggalan Nabi Muhammad SAW karena para nabi tidak meninggalkan uang dinar dan dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu (yang bermanfaat bagia dunia dan akhirat). Siapa saja mengambilnya, maka ia menerima harta peninggalan yang begitu banyak dari para nabi,” kata Abu Hurairah RA.

Ma’asyirol Muslimin

Rasulullah SAW bersabda:

إنَّ الأنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَاراً وَلَا دِرْهَماً وإنَّما وَرِثُوا الْعِلْمَ، فَمنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan emas maupun perak, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya sungguh dia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Tidak mungkin para Nabi dan para Rasul memiliki sifat yang sangat rakus terhadap harta, sehingga tidak mewariskan harta benda, tetapi para Nabi dan Rasul itu mewariskan ilmu. Hal ini menunjukkan kemuliaan ilmu bagi kita umat Islam. Kemudian sabda Rasulullah SAW :

فَمنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Maka barangsiapa yang mengambil warisan dari para Nabi ini, berarti dia telah mengambil bagian yang sangat besar.”

Ini bagian yang tidak akan pernah habis, bagian yang balasannya kekal abadi. Ketika bagian-bagian dunia semua habis, maka bagian dari warisan ilmu tidak akan pernah habis karena dia kekal karena diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang karuniaNya adalah karunia yang kekal abadi di akhirat nanti.

Ma’asyirol Muslimin

Majlis taklim, majlis dzikir, dan majlis ilmu merupakan taman-taman surga yang ada di dunia. Demikian mulianya tempat itu, sehingga diumpamakan sebagai taman-taman surga yang sangat indah. Rasulullah SAW berpesan pada para sahabat dan umatnya:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا. قَالُوا: وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ. قَالَ: حِلَقُ الذِّكْرِ

“Apabila kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan rasa cinta. Para sahabat bertanya: Apakah taman-taman surga itu? Nabi menjawab: Halaqah-halaqah atau kelompok majlis zikir. (HR. Tirmdizi, 3510).

Majlis zikir, majlis ilmu, majlis taklim atau tempat untuk mencari ilmu seperti pengajian, diskusi keagamaan dan sebagainya merupakan tempat yang sangat mulia, sehingga para malaikat ikut hadir bergabung dengan mereka dan memohonkan rahmat kepada Allah untuk anggota majlis tersebut. Nabi bersabda:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ المَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَن عِنْدَهُ

“Tidak duduk sekelompok orang yang melaksanakan zikir kepada Allah azza wa jalla, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat Allah meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka dan Allah s.w.t. menyebut nama mereka di hadapan para malaikat yang ada pada sisi-Nya. (HR. Muslim).

Dalam al-Sunnah banyak sekali disebutkan mengenai perintah berzikir, belajar, mencari ilmu, dan berdiskusi, antara lain:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ تَعَالَى، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah berkumpul sekelompok orang dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah. Mereka membaca kitab Allah (al-Qur’an) dan saling belajar di antara mereka (berdiskusi) kecuali mereka dikaruniai ketenangan, dinaungi oleh rahmat Allah. Para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah s.w.t. menyebut mereka di kalangan para malaikat. (HR. Muslim).

Majlis taklim atau majlis ilmu memiliki keutamaan yang sangat tinggi, sehingga mereka yang aktif di dalamnya digambarkan sebagai seorang mujahid fi sabilillah. Nabi bersabda:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا، لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ. وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ، فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

“Barang siapa yang mendatangi masjidku ini, ia tidak mendatanginya kecuali untuk kebaikan, untuk belajar atau mengajar, maka kedudukannya seperti pejuang di jalan Allah. Dan barang siapa yang datang selain dari itu, maka menempati orang yang suka melihat-lihat barang yang lain dari itu. (HR. Ibnu Majah).

Rasulullah SAW berpesan kepada Abi Zar:

‏يَا ‏ ‏أَبَا ذَرٍّ ‏ ‏لَأَنْ ‏ ‏تَغْدُوَ ‏ ‏فَتَعَلَّمَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ وَلَأَنْ ‏ ‏تَغْدُوَ ‏ ‏فَتَعَلَّمَ بَابًا مِنْ الْعِلْمِ عُمِلَ بِهِ أَوْ لَمْ يُعْمَلْ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ أَلْفَ رَكْعَةٍ ‏

“Wahai Abi Zar sesungguhnya engkau berangkat pagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitabullah, hal itu lebih baik bagimu dari melaksanakan shalat sunnah seratus rakaat. Dan apabila engkau berangkat pada pagi hari untuk mempelajari satu bab ilmu, baik diamalkan atau tidak (belum diamalkan), maka hal itu lebih baik bagimu daripada melaksanakan shalat sunnah seribu rakaat. (HR. Ibnu Majah).

Ma’asyirol Muslimin

Mudah-mudahan kita dan semua keluarga kita dijadikan oleh Allah SWT sebagai ahli-ahli ilmu. Amiin.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَاَسْتَغْفِرُ الله العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَايِخِي وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ. بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ . وَٱلۡعَصۡرِ . إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ . إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ. بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمدُ لِلَّهِ مُوَفِّقِ الْعَامِلِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ الصَّادِقُ الْأَمِينُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ ، فَيَـــا عِبَادَ اللَّهِ ، اِتَّقُوْا اللهَ! وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، وَأَيَّدَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ، فَقَالَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا : إِنَّ اللَّهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ . وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ سَادَاتِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِّيٍّ، وَعَنْ بَقِيَّةِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ والمُسلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ ، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أَمُوْرِنَا إِلَى مَا فِيهِ عِزُّ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ ، وَإِلَى مَا فِيهِ خَيْرُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ . إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ  فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Disampaikan oleh: KH. Ahmad Faiz Basori, SE.Ak.MM. – Pengurus Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya (Taman Pendidikan Ta’miriyah Surabaya)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar