Info Sekolah
Kamis, 16 Jul 2026
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
10 Juni 2026

Sekolah Ta’miriyah Berdiri dan Beroperasi di Lahan yang Sah Milik Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya

Rab, 10 Juni 2026 Dibaca 142x

Pengurus Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya, KH. Ahmad Faiz Basori, SE.Ak.MM. memberi sambutan Wisuda Akbar Al Quran 30 Juz dan Tahfiz TP Ta’miriyah, Minggu (7/6/2026).

Surabaya – Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya menegaskan bahwa Sekolah Ta’miriyah berdiri dan beroperasi di lahan yang telah sah menjadi milik yayasan. Secara hukum telah inkracht berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Surabaya (2009) dan Pengadilan Tinggi Jawa Timur (2013).

“Keputusan ini tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun,” kata Pengurus Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya, KH. Ahmad Faiz Basori, SE.Ak.MM. dalam sambutan Wisuda Akbar Al Quran 30 Juz dan Tahfiz TP Ta’miriyah, Minggu (7/6/2026).

Penegasan tersebut sekaligus mengklarifikasi maraknya selebaran atau konten di media sosial (medsos) yang mempertanyakan keabsahan kepemilikan lahan Sekolah Ta’miriyah.

Dengan adanya Keputusan PN Surabaya dan diperkuat dengan PT Jawa Timur itu, para ustadz ustadzah di lingkungan Ta’miriyah lebih berkonsentrasi membimbing siswa siswi agar ilmu dan prestasinya lebih baik lagi.

Gus Faiz, panggilan akrab Ahmad Faiz Basori, juga menjelaskan berkaitan masalah nadzir wakaf. Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur telah memenangkan dan mengabulkan permohonan Yayasan Ta’mirul Masjid Agung Kemayoran Surabaya,  kemudian dikoreksi oleh keputusan tingkat Kasasi Mahkamah Agung.

“Pada saat ini kami pengurus yayasan telah mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses hukum masalah ini belum selesai, tidak seperti selentingan yang beredar belakangan ini di media sosial dan selebaran,” jelasnya.

Di samping itu, pengurus yayasan, juga sedang mengupayakan secara hukum untuk merubah status tanah lahan sekolah yang saat ini masih berupa hak pakai untuk bisa dimiliki secara penuh oleh yayasan melalui jalur PTUN di Jakarta.

“Oleh karena itu kami selalu mohon bantuan doa dari segenap orang tua wali murid dan para guru ustadz ustadzah di lingkungan Ta’miriyah Surabaya untuk kelancaran proses hukum ini,” pintanya.

Apresiasi Wisudawan

Dalam sambutannya, Gus Faiz jua menyampaikan apresiasi kepada wisdawan atas capaian berupa khatam Al Quran 30 jus dan penghafal (tahfiz).

“Kita bersyukur dan berbahagia karena anak-anak kita bisa menghatamkan Al-Qur’an 30 juz bin-nadhor (dengan membaca), dan sebagian lagi telah menghafalkan (tahfidz) al-Qur’an. Ada yang 1 juz, ada yang 3 juz, ada yang 4 juz, ada yang 5 juz, ada yang 7 juz dan bahkan ada yang sudah menghafalkan 23 juz,” ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi penampilan siswa-siwi SD, SMP dan SMA yang menghafalkan (tahfidz) Al-Qur’an. Demikian juga siswa-siswi TK Ta’miriyah ditampilkan untuk menghafalkan surat Al-Waqiah.

Para orangtua dan wali murid pastinya sangat berbahagia ketika melihat putra-putrinya telah menghafalkan Al-Qur’an, terlebih lagi ketika di akhirat kelak dimana para orangtua akan mendapatkan mahkota yang bersinar, lantaran putra-putrinya menghafalkan al-Qur’an.

Para ustadz/ustadzah guru pengajar Al-Qur’an juga pastinya akan ikut berbahagia, karena dari setiap huruf al-Qur’an yang dibaca para siswa, para guru akan ikut mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Dalam sambutannya, Gus Faiz menyinggung penampilan nadhom aqidatul awwam. Kitab aqidatul awwam berisi pelajaran tentang tauhid, tentang sifat-sifat Allah dan Rasul, nama-nama Malaikat, nama-nama Nabi & Rasul, nama keluarga Rasulullah SAW dan lain-lain.

Digunakan cara melagukan nadhom aqidatul awwam ini supaya para siswa-siswi punya hafalan yang kuat tentang ilmu tauhid ini. Karena ketika kita menggunakan metoda lagu, maka yang digunakan adalah otak kanan, yang bisa menyimpan memori dalam jangka panjang.

Sedangkan kalau dihafalkan biasa, itu menggunakan otak kiri, yang menyimpan memori dalam jangka pendek saja. Jadi metode yang dipilih dalam menghafalkan ilmu tauhid adalah dalam bentuk nadhom aqidatul awwam.

“Di Ta’miriyah bukan hanya diajarkan al-Qur’an dan ilmu tauhid saja, tetapi juga diajarkan feqih, feqih perempuan, akhlaq, bahasa arab (menggunakan kitab Madarijud Durus Al-Arobiyah) dan lain-lain. Tetapi yang ditampilkan pada kesempatan wisuda hari ini hanya tahfidzul quran dan ilmu tauhid saja,” pungkasnya.

Sebagai penutup, diucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menghatamkan Al Quran 30 juz dan kepada para hafidz-hafidzoh dari kalangan siswa siswi TP Ta’miriyah Surabaya.

Apresiasi setinggi-tingginya juga disampaikan kepada para ustadz ustadzah yang telah telaten membimbing dan mendidik anak-anak didik dalam mempelajari Al Quran dan ilmu-ilmu agama.(rul/*)

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar