Info Sekolah
Senin, 25 Mei 2026
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
  • Selamat Datang di Website Taman Pendidikan Ta`miriyah Surabaya
2 Mei 2026

Talitha Nabila, Siswi SMP Ta’miriyah Kuasai Tiga Bahasa Asing

Sab, 2 Mei 2026 Dibaca 21x

Talitha Nabila Yafi’firajatullah Alharits.

Surabaya – Tak semua siswa punya kemampuan seperti Talitha Nabila Yafi’firajatullah Alharits. Murid kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ta’miriyah Surabaya menguasai tiga bahasa asing sekaligus, Bahasa Inggris, Arab dan Mandarin.

Kemampuan berbahasa asing ini dikuasai Talitha sejak kelas VI Sekolah Dasar (SD). Hingga saat ini, dia masih terus belajar untuk mengembangkan kemampuan yang jarang dimiliki teman-temannya.

Anak tunggal pasangan Fauzan Haris dan Nurul Hasanah ini menceritakan, agar kemampuannya tidak hilang, dia harus belajar setiap hari. Dia mengaku butuh waktu 30 menit hingga satu jam setiap hari untuk belajar bahasa ini.

Awalnya, dia hanya belajar ketika di sekolah saja. Selanjutnya dia kembangkan sendiri di rumah dengan bantuan kamus tiga bahasa tersebut.

Menurutnya, berbahasa terutama bahasa asing harus terus diasah dan dipraktikkan setiap hari. Untungnya, Talitha bisa mempraktikkannya dengan mama dan  saudara sepupu, Izaz Al Khalid.

“Di rumah saya terus praktikkan dengan mama dan sepupu. Ya ngomong apa saja, untuk memperlancar. Kadang rasan-rasan pun pakai bahasa asing,” kata gadis yang bercita-cita kuliah di Zhe Jiang University di China.

Berbagai cara pun dilakukan untuk belajar, terutama conversation atau percakapan. Misalnya dengan bicara di depan cermin, ketiga senggang tak pernah berhenti  latihan berbicara. Bahkan sambil berjalan pun dia terus menghafal dan melatih kemampuan speaking (berbiacara).

Gadis kelahiran 13 Mei 2011 ini yakin, kemampuannya berbahasa asing ini akan bermanfaat untuk dirinya sejak sekarang hingga masa depan. Bisa menjadi translatter atau miniman jika bertemu dengan orang asing bisa berkomunikasi dengan baik.

Meski begitu, Talitha mengaku ada kendala tertentu, yaitu menghafal. Makanya, kendala ini terus dihilangkan dengan semangat belajar tak kenal berhenti. Sekarang, katanya, ke mana-mana bawa kamus. “Kadang kalau jam kosong di kelas, saya manfaatkan membuka buka kamus, belajar lagi,” tuturnya.(rul)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar