
Junjungan dan panutan kita, Rasulullah Muhammad SAW seringkali disebut dengan sayyidul anbiya wal mursalin (pemimpin para nabi dan rasul], kadang disebut dengan asyroful anbiya wal mursalin [nabi dan rasul yang paling mulia].
Sapaan itu semua karena nabi kita Rasulullah Muhammad SAW memiliki banyak keistimewaan.
Diriwayatkan dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir Imam Thabrani dari Abu Umamah bahwa Nabi SAW pernah ditanya seseorang.
“ Ya Rasulullah. Apa yang menjadi tanda awal bahwa kamu adalah seorang Nabi? Nabi SAW bersabda : Pertama adalah doa Nabi Ibrahim AS, Kedua: kabar gembira Nabi Isa AS dan Ketiga: mimpi ibunda Nabi SAW menjelang kelahiran Nabi SAW bahwa keluar cahaya terang benderang dari perut ibunda beliau yang menerangi hingga sampai daerah kekaisaran Syam [ Al Mu’jam Al Kabir Ath Thabrani Juz 7 Hal 192]
Rasul telah memberikan ikhbar [informasi] kepada umatnya, bahwa kelak semua umatnya masuk surga.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: Seluruh umatku kelak akan masuk surga, kecuali yang enggan masuk surga. Sahabat bertanya : Siapa rasul orang yang enggan masuk surga.
Rasul menjawab : “Barang siapa yang taat kepadaku akan masuk surga, sebaliknya yang meninggalkan perintahku maka dia tergolong orang yang enggan (masuk surga).
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak sekedar kita lakukan dengan cara seremonial melantunkan syair pujian terhadap Baginda Rasulullah SAW, tetapi juga kita lakukan dengan cara berupaya menstandartkan agar hidup kita selalu berjalan sesuai dengan tuntunan Nabi SAW,.
*) Disampaikan Ustadz Rahmat Indarto, guru SMA Ta’miriyah saat ceramah agama Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (24/8/2026).
Tinggalkan Komentar