
Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA Ta’miriyah, Mukhammad Suadi Mukmin, S.Ag, M.Pd.I.
Surabaya – Idhul Adha memiliki arti perayaan penyembelihan hewan qurban. Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang jatuh pada 10 Dzulhijjah.
Ada anjuran berpuasa dua hari, pada 8 dan 9 Dzulhijjah yang disebut dengan puasa Tarwiyah dan Arafah. Tahun ini puasa sunah tersebut jatuh pada Senin (25/5/2026) dan Selasa (26/5/2026).
“Puasa dua hari ini hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji,” kata Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA Ta’miriyah, Mukhammad Suadi Mukmin, S.Ag, M.Pd.I.
Tata Cara Pelaksanaan
Niat sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum fajar, namun diperbolehkan pada pagi hari sebelum zuhur jika belum makan/minum
Niat Puasa Tarwiyah: nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa (saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala)
Niat Puasa Arafah: nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa (saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala).
2. Makan Sahur
Disunnahkan makan sahur sebelum fajar untuk keberkahan
3. Menahan Diri
Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga matahari terbenam
4. Menjaga Ibadah
Disunnahkan memperbanyak zikir, doa, dan sedekah, serta menghindari perbuatan maksiat
5. Berbuka
Segera berbuka ketika waktu Maghrib tiba, disunnahkan dengan kurma atau air putih.
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Dilaksanakan sehari sebelum wukuf, puasa ini diyakini menghapuskan dosa selama satu tahun.
Dilaksanakan saat jamaah haji wukuf, puasa ini memiliki keutamaan luar biasa, yaitu diampuni dosa setahun sebelum dan setahun setelahnya (HR. Muslim).
Pembebasan dari Neraka: Hari Arafah adalah hari di mana Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.
Catatan:
Tinggalkan Komentar