
Siswa dan siswi dari sejumlah SMA di Kota Surabaya mengikuti kegiatan G-Olympiad 2026 yang diselenggarakan Genza Education di SMA Ta’miriyah, Sabtu (3/10/2026).
Surabaya – Sebanyak 294 siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti kegiatan G-Olympiad di SMA Ta’miriyah, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang diadakan Genza Education ini rutin setiap tahun dan diikuti sekolah swasta maupun negeri.
Dari jumlah peserta itu, 69 di antaranya adalah siswa dan siswi SMA Ta’miriyah. Mereka berasal dari klas X, XI dan XII.
Menurut Kepala SMA Ta’miriyah, Mochamad Romadhan, S.Si, pelaksanaan tes mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.30 WIB. “Dari hasil tes kali ini, akan diambil terbaik dari masing2 masing mapel (mata pelajaran) dan akan diumumkan hari ini juga,” katanya.
Ada empat mapel yang diujikan, yaitu matematika, biologi, fisika, dan ekonomi. Sedangkan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mapel yang diujikan matematika dan IPA.
Menurut Manager Cabang Kusuma Bangsa Genza Education, Rika Dian Lestari, ada empat tahapan yang diikuti siswa. Pertama, pra penyisihan di sekolah atau cabang Genza di Surabaya.
Kedua, penyisihan tingkat Kota Surabaya. Pada tahap ini, akan diambil lima terbaik dari setiap mapel. “Mereka, lima terbaik dari tiap mapel ini akan mewakili Kota Surabaya ke jenjang selanjutnya, yakni semifinal tingkat Jawa Timur,” kata Dian saat ditemui di SMA Ta’miriyah.
Tahap ketiga adalah semifinal tingkat Jawa Timur yang akan diselenggarakan pada 20 Desember 2026. Tahap terakhir adalah final tingkat nasional yang rencananya diadakan 7 Februari 2027 di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Dian menambahkan, selain SMA Ta’miriyah, beberapa sekolah yang ikut G-Olympiad kali ini adalah SMA Al Irsyad, SMA GIKI 2, SMAN 1, SMAN 8, SMAN 3, SMAN 7, SMAN 10, dan SMK 5.
Menurut Dian, target kegiatan ini membangkitkan semangat anak-anak Indonesia untuk belajar, berkompetisi dan sportif.
“Selain itu membantu siswa untuk mengumpulkan sertifikat yang nantinya bisa digunakan untuk masuk sekolah lanjutan,” terangnya.
Dian juga menerangkan, tahun lalu beberapa mapel sudah dikurasi oleh Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional). Tahun ini semua mapel sudah dikurasi, sehingga sertifikat yang diperoleh anak anak bisa dipergunakan untuk masuk ke jenjang berikutnya. (rul).
Tinggalkan Komentar