
Dua siswa SMP Ta’miriyah, M Althavano Gajendra (kanan) dan Aydin Harun Al Rasyid. Keduanya peraih skor tertinggi pertama dan kedua tes TOEFL di Pusat Bahasa ITS.
Surabaya – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ta’miriyah Surabaya berhasil melahirkan siswa siswi yang mahir di berbagai bidang keilmuan, termasuk Bahasa Inggris.
Hal ini dibuktikan oleh M Althavano Gajendra siswa IX B dan Aydin Harun Al Rasyid klas IX A. Mereka meraih skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language) tertinggi, yaitu 625 untuk Althavano dan 553 untuk Aydin.
Nilai tinggi ini mereka peroleh saat tes TOEFL di Pusat Bahasa ITS beberapa hari lalu. Kedua siswa SMP yang beralamat di Jalan Indrapura ini sekaligus menjadi terbaik pertama dan kedua, mengungguli peserta lain dari SMP dan SMA di Kota Surabaya.

Kepala SMP Ta’miriyah, Jaka Supriyadi, SPd (kanan) dan M Althavano Gajendra.
Bagi Althavano, nilai yang diperoleh di luar perkiraan. Siswa yang tinggal di Jalan Ikan Lumba-Lumba ini semula mengira nilainya hanya 500 an.
“Nyatanya lebih dari itu. Jauh dari ekspektasi saya. Tentu saja saya senang dapat TOEFL di atas 600,” kata siswa berpenampilan kale mini.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini mengakui suka belajar Inggris sejak umur tiga tahun. Berawal dari kesukaannya membaca kartun berbahasa Inggris.
“Dari situ, terus belajar sendiri. Otodidak. Sering baca bacaan Inggris hingga sekarang. Mendapat pelajaran dan bimbingan juga dari almarhum Pak Salim,” tambah siswa yang memimpikan dapat beasiswa kuliah di luar negeri.
Baginya, belajar Bahasa Inggris di jaman sekarang ini sebuah keharusan. Apalagi bisa menguasainya. Dengan menguasai Bahasa Inggris, katanya, bisa menjadi bekal untuk berkomunikasi dengan orang asing di banyak negara.
Sementara itu, Aydin juga tak kalah bersyukurnya bisa meraih nilai di atas 500. Sebenarnya dia tidak yakin bisa meraihnya karena merasa kurang persiapan. Namun demikian, usaha dan doa yang dilakukan membuahkan hasil yang maksimal.
Remaja yang tinggal di kawasan Manyar Sabrangan, Sukolilo, ini pun belajar Inggris secara otodidak. Bermula dari kegemarannya nonton youtube review produk produk mainan anak dari luar negeri.
“Dari youtube itu, saya dengar, amati dan praktikkan untuk mengucapkannya. Dari situlah belajar Inggris semakin rajin dan menyukainya,” ungkap Aydin. Karena ketekunanya, pada Ujian Akhir Semester (UAS) ini meraih nilai 98.
Atas prestasi yang diraih, dia merasa bangga dengan Taman Pendidikan Ta’miriyah. Sehingga bungsu tiga saudara ini memutuskan untuk melanjutkan jenjang SMA tetap di Ta’miriyah.
Sambil belajar di sini, dia ingin mengambil IELTS (International English Language Testing System) agar bisa meraih beasiswa dan kuliah di luar negeri.
Kepala SMP Ta’miriyah, Jaka Supriyadi, SPd, mengapresiasi prestasi kedua siswanya. “Alhamdulillah … sebuah kebanggaan besar kembali diukir oleh siswa SMP Ta’miriyah di tingkat regional,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan memukau ini adalah buah dari kerja keras, bimbingan yang tepat, dan semangat pantang menyerah. “Semoga prestasi ini menjadi pemantik motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi tanpa batas,” harapnya. (rul)
Tinggalkan Komentar